Job Matching dan SMK Expo 2019, Penyerapan Angkatan Kerja Muda Ibu Kota

Indonesiainside.id, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, membuka kegiatan Job Matching dan SMK Expo tahun ini. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kebijakan revitalisasi SMK Jakarta dan penyerapan angkatan kerja muda ibu kota melalui sistem pendidikan SMK yang dicanangkan sejak 30 Juni tahun lalu.

“Pertemuan ini menandai persimpangan jalan perjalanan hidup Anda (siswa-siswa SMK). Anda sudah melewati suatu proses pendidikan. Sesudah itu adalah kesempatan Anda mulai berkarya. Saya berharap untuk adik-adik, ini kesempatan bagi Anda mengukur, merancang, merencanakan perjalanan hidup ke depan. Bukan hanya untuk diri pribadi, tapi untuk kita memajukan keluarga dan masyarakat,” ujar Anies mengawali sambutannya, Senin (19/8).

Agenda tersebut dilaksanakan mulai hari ini hingga tanggal 20 Agustus mendatang di Auditorium Ki Hajar Dewantara, Gedung Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi DKI Jakarta, Jakarta Selatan. Berkolaborasi dengan para ahli Jerman dan sistem magang industri, lulusan SMK Jakarta diharapkan bukan hanya mendapatkan sertifikasi secara kurikulum, tetapi juga memiliki pengalaman terbaik dengan melibatkan perusahaan dan pendampingan bersama para ahli dari Jerman.

“Program pendampingan para ahli dari Jerman, ini menarik. Jika kita harus mengirimkan para siswa ke Jerman, maka dana yang dibutuhkan luar biasa banyak. Jauh lebih efisien, apabila kita mendatangkan pakarnya dari Jerman, datang ke Indonesia. Dan Alhamdulillah itu yang sekarang terjadi di Jakarta,” tuturnya.

Anies memaparkan bahwa kehadiran para ahli secara fisik hanya terbatas di kelas dan secara hitungan waktu hanya sebentar. Kendati demikian, ia menyebut inspirasi yang mereka hadirkan akan terus melekat sepanjang perjalanan karier anak-anak SMK Jakarta.

“Tadi saya sempat tanya kepada mereka. Apa yang mengesankan. Jawabannya menggambarkan pendidikan. The People. Apa yang mengesankan dari Indonesia? Orang-orangnya ramah,” ungkap Anies.

Anies menjelaskan, anak-anak itu mereka istilahkan penuh dengan rasa ingin tahu. Kalau siswa memiliki curiosity, ujarnya, maka itu tanda anak-anak pembelajar.

“Itu tanda-tanda yang sangat positif. Bila Anda seorang pembelajar, maka itu tiket untuk masa depan yang cerah. Saya ingin sampaikan terima kasih kepada semua yang sudah terlibat di sini,” tuturnya. (AS)